Jumat, 15 Juli 2011

Etika dan Filsafat Kepemimpinan Publik (Rizki Amelia Septanti)


ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN PELAYANAN PUBLIK
1.)    Manusia adalah mahluk sosial yang diciptakan oleh Tuhan dalam keadaan sempurna tanpa kekurangna satu apapun dibandingkan dengan mahluk lain. Dalam kehidupan sosial inilah, manusia menggabungkan dirinya dengan kelompok agar tercipta sutau hubungan saling ketergantungnan antara yang satu dengan yang lain. Penggabungan diri ke dalam suatu organisasi menjadi suatu kewajiban baik itu dilakukan secara sadar maupun tidak, karena manusia dalam menjalani hidup tidak lepas dari satu masalah apapun. Dalam pemecahan masalah manusia membutuhkan dukungan agar masalah memiliki ending atau berakhir sesuai harapan. Dalam organisasi kehidupan pasti mempunyai pemimpin yang mengarahkan dam memotivasi followernya dalam bebagai hal. Ketika terjadi sesuatu pada bawahan maka leader tidak serta merta lepas tangan atau memarahi bawahan, tetapi dengan menggunakan fitrahnyalah berupa IQ( akal) seorang pemimpin mencoba membantu memecahkan masalahnya (bawahan) dan ditambah dengan  menggunakan EQ (kesabaran) untuk mengantisipasi dan menekan akan timbulnya masalah kedua dan juga memberikan motivasi kepada bawahan kemudian penggunaan SQ untuk menjernihkan dan memadukan antara IQ dan EQ agar tidak bertolak belakang. Apabila pemimpin dapat menggunakan ketiga hal tersebut dengan baik maka akan tercipta suatu kepemimpinan yang efektif dan terciptalah masyarakat madani.
(Bahan Kuliah Etika dan Filsafat Kepemimpinan)
2.)    Mahasiswa adalah masyarakat ilmiah yang menurut TRI DARMA PERGURUAN TINGGI disebutkan bahwa nantinya akan melakukan suatu pengabdian dalam masyarakat. Berhubungan dengan agen perubahan yang nantinya akan dicapai sebagai gelar oleh mahasiswa ketika melakukan pengabdian tersebut. Jiwa pemimpin yang seharusnya diterapkan sejak saat ini akan menjadi modal utama untuk mencapai suatu hidup yang sejahtera (baik bagi kita maupun orang lain). Oleh karenanya, dalam belajar menjadi seorang pemimpin yang baik, maka seorang mahasiswa patut mengerti mana yang salah dan yang benar. Dengan menerapkan pembelajaran filsafat dalam kehidupan kita. Maka kita akan tahu cara membedakan yang salah dan yang benar. Implementasi pembelajaran filsafat dibutuhkan oleh setiap manusia untuk membantu menunjang fungsi sebagai calon pemimpin dimasa depan. Mempelajari filasafat pun dibutuhkan untuk membangun suatu good governance atau pemirantahan yang baik agar tidak terjadi keimpangna dalam memutuskan hal penting.
(Bahan Kuliah Etika dan Filsafat Kepemimpinan)
4.)    Filsafat merupakan suatu cara berpikir secara mendalam untuk mencari kebenaran yang hakiki. Filsafat membuka pemikiran manusia yang paling dalam. Jadi manusia didorongkan untuk menggunakan hati dalam memutuskan suatu masalah. Oleh karena itu. Mahasiswa dan manusia pada umunya, didorong untuk berpikir secara filsafat agar kritis dan rasional dalam menganalisa masalah atau realita yang ada. “ Manusia hidup harus berilmu”(Sugeng Rusmiwari), seperti kalimat itulah mengapa manusia dianjurkan untuk berfilsafat. Dengan melakukan pengukuran kebenaran, maka manusia akan mengetahui seberapa tolak ukur kemutlakan dalam hidup bermasyarakat. Manusia menggunakan pola pikir filsafat dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan tujuan untuk berilmu. Karena ilmu menuntu manusia untuk bersikap sebijaksana mungkin. Dengan alasan itulah manusia (mahasiswa) membutuhkan suatu pembelajaran filsafat.
(Berpikir Filsafat,24 maret 2011)
7.)    Pembinaan pendidikan sebagai seorang pemimpin dibutuhkan untuk membangun pola pikir (mindset) mahasiswa dalam peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change). Membangun pola pikir ini dapat dilakukan melalui proses belajar mengajar dan dapat dibudayakan agar tidak berhenti ketika proses itu saja. Terdengar dalam salah satu universitas di Indonesia bahwa terdapat suatu sistem pembinaan pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa agar tercipta suatu mindset seorang leader dan dapat membiasakan diri sebagai seorang leader. Dalam mempelajari dan merubah polapikir ini akan membuat mahasiswa mampu membedakan mana yang benar dna yang salah dalam penyelipan materi filsafat. Ketika pola pikir telah tersetting maka akan merasa memiliki suatu tanggung jawab yang lebih yang akan terbiasa dalam kehidupan selanjutnya.
10.) Manajemen adalah mengerjakan hal-hal dengan benar, sedangkan kepemimpinan adalah melakukan hal-hal yang benar, dan itu didikuti dengan banyak faktor. Kepemimpinan bukan sekedar kepribadian yang memikat, bukan pula kemampuan berteman atau mempengaruhi orang lain. Dalam menciptakan kepemimpinan yang baik dapat di lihat dari dua sisi yaitu proses dan hasil. Dalam menciptakan suatu hasil yang baik maka dibutuhkan proses yang cukup panjang. Dalam setiap perkembangan proseslah yang harus diutamakan, sebab dari proses itu akan tumbuh suatu pemikiran baru yang akan muncul secara coninue  (berkelanjutan) dan hasil dapat di nomor duakan sebab ukuran kesuksesan bukan dari hasil saja namun proses terutama. Memang benar bahwa hasil merupakan penggambaran keberhasilan, namun penempatan proses diatas hasil akan menjadi suatu sistem perkembangan yang baik dalam mengelola organisasi atau menciptakan good governance.
( Menjadi Pemimpin Yang Baik)
11.) “Untuk mewujudkan kesejahteraan umum supaya berkehidupan kebangsaaan yang bebas” merupaka salah satu kalimat yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Pelaksanaan dan perwujudan kesejahteraan melalui pembangunan dari bebagai pelosok tanah air. Untuk mewujudkan hal ini  dibutuhkan seorang leader yang sangat berkompeten dan follower yang berkompeten dalam masing-masing bidang. Kekuatan atau daya tentu dibuthkan didalamnya. Menurut John French dan Bertran Raven, daya/power diperoleh dari berbagai hal yaitu legitimate power (pengangkatan),coersive power (kekerasan), expert power (keahlian), reward power (pemberian), preference power( daya tarik). Dari daya tersebut maka leader maupun follower akan mengetahui dan mengerjakan job disc sesuai dengan posisi masing-masing.
(Ilmu dan Sistem Pemerintahan Indonesia dan Bahan Kuliah Pengantar Ilmu Adminsitrasi Negara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar