Minggu, 26 Juni 2011

Modernisasi

Berikut ini adalah beberapa pengertian modernisasi dari beberapa pakar
Wilbert E Moore, modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi social kea rah pola-pola ekonomis dan politis yang menjadi cirri Negara barat yang stabil.


  1. J. W. Schoorl, modernisasi masyarakat adalah sebagai suatu proses transformasi (peralihan), suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya (aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, dan lain-lain).
  2. Arbit Sanit, mengatakan bahwa modernisasi sebagai proses perubahan kehidupan individu dari cirinya yang tradisional kepada ciri yang modern.
  3. Soerjono Soekanto, mengatakan bahwa modernisais ialah suatu bentuk perubahan sosial yang biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada suatu perencanaan, yang biasanya dinamakan social planning.
  4. Ph. Astrid S Susanto, mengatakan bahwa modernisasi merupakan suatu perubahan menyeluruh dari masyarakat dalam keadaan tradisional maupun suatu masyarakat maju.
  5. Wibert E. Moore, modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama dalam bidang teknologi dan organisasi sosial dari yang tradisional kea rah pola-pola ekonomis dan politis yang didahului oleh negara-negara Barat yang telah stabil.
  6. Koentjaraningrat, modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan keadaan dunia sekarang.
  7. Ogburn dan Nimkoff, modernisasi adalah suatu usaha untuk mengarahkan masyarakat agar dapat memproyeksikan diri ke masa depan yang nyata dan bukan pada angan-angan semu.
Menurut Alex Inkeles, ciri-ciri manusia modern adalah sebagai berikut.
  1. Memiliki sikap hidup untuk menerima hal-hal yang baru dan terbuka untuk perubahan.
  2. Memiliki keberanian untuk menyatakan pendapat atau opini mengenai lingkungannya sendiri atau kejadian yang terjadi  jauh di luar lingkungannya serta dapat bersikap demokratis.
  3. Menghargai waktu dan lebih banyak beorientasi ke masa depan daripada masa lalu.
  4. Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.
  5. Percaya diri.
  6. Perhitungan.
  7. Menghargai harkat hidup manusia lain.
  8. Percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
  9. Menjunjung tinggi suatu sikap di mana imbalan yang diterima seseorang haruslah sesuai dengan prestasinya dalam masyarakat.
Menurut Soerjono Soekanto, syarat-syarat modernisasi adalah sebagai berikut.
  1. Cara berpikir ilmiah (scientific thinking) yang sudah melembaga dan tertanam kuat dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat luas.
  2. Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi.
  3. Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu seperti BPS (Biro Pusat Statistik).
  4. Penciptaan iklim yang menyenangkan (favourable) terhadap modernisasi terutama media massa.
  5. Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri.
  6. Sentarlisasi wewenang dalam perencanaan sosial (social planning) yang tidak memtingkan kepentingan pribadi atau golongan.
Gejala-gejala modernisasi:
  1. Bidang budaya, ditandai dengan semakin terdesaknya budaya tradisional oleh masuknya pengaruh budaya dari luar sehingga budaya asli semakin pudar.
  2. Bidang politik, ditandai dengan semakin banyaknya negara yang lepas dari penjajahan, munculnya negara-negara yang baru merdeka, tumbuhnya negara-negara demokrasi, lahirnya lembaga-lembaga politik, dan semakin diakuinya hak-hak asasi manusia.
  3. Bidang ekonomi, ditandai dengan semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan barang-barang dan jasa sehingga sektor industri dibangun secara besar-besaran untuk memproduksi barang. Dengan demikian, kita akan semakin mudah untuk memperoleh barang dan jasa.
  4. Bidang sosial, ditandai dengan semakin banyaknya kelompok baru dalam masyarakat, seperti kelasa menengah dan kelas atas.
Bagi bangsa yang sedang melakukan pembangunan akan muncul dampak positif dan negatif terhadap modernisasi:
  1. Konsumerisme adalah gerakan yang melindungi para konsumen dari produk-produk yang merugikan.
  2. Etos kerja adalah sikap seseorang dalam mengahadapi kenyataan yang ada.
  3. Kesenjangan sosial ekonomi merupakan perbedaan tingkat kesenjangan dan kemakmuran dalam suatu masyarakat.
  4. Pencemaran lingkungan alam.
  5. Kriminalitas yaitu suatu bentuk pelanggaran terhadap norma hukum, khususnya yang menyangkut pidana dan perdata yang pada dasarnya merupakan tindakan yang merugikan orang lain.
  6. Kenakalan remaja.
Sumber:
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2001. Sosiologi. Jakarta: ESIS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar